Translator Light Novel Bahasa Indonesia


Wednesday, May 23, 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 4 Bahasa Indonesia




Being Summoned - Part 4



Faltra adalah kota yang memiliki iklim tropis dan diberkahi dengan sungai-sungai.


Penduduknya ramah dan ceria, dan karena saking nyamannya, jumlah petualangan yang tinggal di sini dapat dihitung dengan jari—seperti inilah settingan kota dalam game. 


Petualang yang tinggal di sini berlevel sekitar 60-an. Jauh dari titik balik cerita, itu bukanlah apa-apa, kecuali akhir dari opening(pembukaan) dalam game. Jika mereka tinggal di sini, mereka mungkin tidak akan melanjutkan petualangan……


Meski begitu, tidak ada salahnya untuk melakukannya karna kota ini adalah kota yang nyaman, hangat, dan indah. Di bagian luar dinding, itu terbuat dari batu yang berbentuk oktagon.


Air mengalir, di mana air tersebut di paksa keluar dari sungai, dan air itu mengaliri sekelilingnya. istilah ini dikenal sebagai “parit”. air tersebut juga mengalir ke pusat kota, membuat bentuk kota tampak seperti dibagi menjadi beberapa bagian.


Dinding batu dan parit berfungsi sebagai pelindung dari para beast. Beast merupakan ancaman besar bagi penduduk. Para beast tersebut juga menyebabkan kerusakan pada hasil panen. Namun, ada sedikit ancaman yang lebih besar dari itu, itu dikenal sebagai demonic beings (ras iblis) dan demonic beast (binatang iblis).


Yang melindungi kota bukan hanya benda fisik seperti dinding batu atau parit. Di masing-masing sudut dinding batu segi delapan itu, ada sebuah menara yang dipasang. Menara-menara itu panjang dan ramping layaknya antena. Menara-menara itulah yang membentuk barrier (barrier) yang melindungi kota.


Barrier itu tidak menghalangi siapa pun yang mendekatinya untuk lewat, dan hanya akan bereaksi terhadap keberadaan yang berhubungan dengan ras iblis dan serangan dari mereka. Karena barrier cukup kuat, kota ini telah menjadi zona aman di mana demonic beings (ras iblis) dan demonic beast (binatang iblis) tidak dapat masuk —setidaknya, seperti itulah settingnya seharusnya.


Diablo terus menatap jembatan gantung yang berada di sisi barat kota.

Dia sendiri adalahDemon. Itu adalah salah satu ras yang bisa dipilih players saat mereka berpartisipasi dalam MMORPG Cross Reverie.

Settingan untukDemonadalah — Meskipun mereka manusia, mereka adalah ras yang mewarisi darah dari demonic beings dalam beberapa bentuk. Mereka memiliki tanda lahir di wajah dan tubuh mereka yang terlihat seperti tato, dan meski lebih rendah dibandingkan ras lain dalam hal aktivitas fisik, mereka lebih unggul dalam hal-hal yang berkaitan dengan sihir.


Khususnya, nilai INT (kecerdasan) mereka adalah yang tertinggi, yang mana itu menentukan besarnya kekuatan sihir, dan itu hanya bisa dicapai oleh ras ini.


Namun, karena parameter mereka pada bagian HP (hit point/darah) dan AGI (kegesitan) yang mempengaruhi kehidupan dan kematian itu rendah, bahkan di antara magician lainnya, mereka adalah ras yang merupakan players yang biasanya dilindungi oleh rekan mereka.


Menjadi penyihir iblis, untuk orang-orang yang suka dengan kebebasan seperti Diablo, itu sangat langka di kota. Karena barrier kota akan mencegat semua yang ada hubungannya dengan makhluk iblis dan barang-barang seperti senjatanya dan pelindung yang dibuat oleh mereka tidak bisa masuk ke dalam kota.


Oleh sebab itu, ada gerbang-gerbang di empat arah utama dari kota, mungkin disana ada orang yang datang dan pergi. Dia bebas untuk datang dan pergi dalam game, tapi mungkin dia akan diperiksa lebih ketat dari pada di Fort Bridge Ulg saat dia masuk ke salah satu gerbang itu— Begitulah pikir Diablo.


Orang-orang yang “hidup” di dunia ini. Mereka berbeda dari NPC yang hanya bisa bergerak sebagaimana mereka diprogram.


Saat mereka sampai di depan pintu gerbang, hari sudah malam.


Matahari terbenam membuat pemandangan dinding batu di bagian barat tampak berwarna merah yang agak gelap.

Dataran yang tertutup rumput yang sedang mereka pijak berwarna merah seperti terbakar.


Dia berpikir bahwa itu adalah pemandangan yang indah.


Rem dan Shera yang sudah biasa melihat pemandangan itu mungkin tidak akan mengatakan apapun, Diablo diam-diam melangkah.


Mereka melintasi jembatan gantung.


Enam penjaga yang memakai armor berdiri di depan pintu gerbang.


Rem dan Shera melewati mereka sambil menyembunyikan kalung budak mereka dengan menarik kerah baju mereka dan menutupinya dengan tangan mereka.


Kali ini, mereka tidak dipanggil untuk berhenti.


Mereka merasa bahwa mereka sedang ditatap. Mereka benar-benar menarik perhatian.


Mereka memasuki kota.

Turun di jalan utama yang memiliki banyak bangunan terbuat dari batu di atasnya, Diablo menuju alun-alun kota.


Pergi ke alun-alun kota bukanlah kebiasaan di game, hanya saja karena dia merasa melihat pemandangan yang cukup bagus. Jadi tujuannya adalah untuk melihat-lihat kota.


Namun, karena lingkungan gerbang barat pada malam hari penuh dengan manusia, itu jadi ramai.


Bahkan hanya untuk berjalan saja sulit dilakukan


—Jadi ini semua NPC.


Itu adalah jumlah orang yang bahkan tidak mungkin dalam game. Ini adalah perbedaan alami karena jika ini di game, maka akan sulit untuk berjalan di sekitar kota karena terlalu banyak NPC dan game tidak akan menyenangkan sama sekali.


Sepertinya ada banyakorang normalyang tampaknya bukanlah seorang kasir,atau resepsionis guild petualang, atau pun orang yang terlibat dalam pengembangan quests.


Disana ada berbagai macam ras demi-human.seperti Elf bertelinga panjang, pantherians bertelinga segitiga, kurcaci janggut kasar dan bertelinga anjing, pejalan kaki yang tampak seperti anak-anak, namun memiliki telinga dan ekor kelinci. Dan kemudian, meskipun itu tidak benar-benar terlihat dengan jelas, ada iblis yang memiliki tanda lahir di wajah dan tubuhnya.


Mereka mengenakan pakaian dan armor, mambawa barang-barang seperti tas dan senjata berat, berjalan sesuka mereka, saling berbicara, dan berbelanja barang-barang yang mereka ingin.


Diablo tampak agak bersemangat diawal tadi, tapi …… karena dia aslinya tidak suka dengan kerumunan dia jadi down. Selain itu, dengan pemandangan yang tiba-tiba semacam itu, sarafnya jadi sangat kelelahan.


–Oh sial, aku mulai merasa mual.


Rasanya ini seperti kelahan yang tidak pernah dia rasakan, tidak peduli berapa banyak dia berjalan sebelumnya dia rasanya ingin jatuh sekarang juga.


Sambil menyembunyikan lehernya, Rem berdiri di sampingnya dan, dengan wajah memerah karena malu,Rem berbicara dengannya.


“…..Per-permisi.”


“Ada apa?”


“……Aku mau, pergi ke penginapan t-tapi”


Wajahnya merah padam, dia gelisah.


–Dari tingkahnya itu mungkinkah dia ingin pergi ke toilet?


Jika memang begitu, aku akan merasa tidak enak jika aku menanyakan itu padanya.


“Fumu, kebetulan, aku juga berpikir bahwa sudah saatnya kita menuju sebuah penginapan.”


Lalu saat itu ada suara yang sampai ke telinga Diablo.


“Itu kan Rem-san dan,” itu ”gadis Elves kan? Mengapa kalian memiliki kalung budak di leher kalian?”


Mungkin karena kedua gadis itu berdiri diam. Pada saat Diablo memperhatikan sekitar, kerumunan mulai mengelilingi kelompoknya.

Bisikan-bisikan dari orang-orang bisa terdengar.


“Eh? Bukankah seharusnya keduanya menjadi Summoners?”


“Kenapa mereka memakai kalung budak, bukankah itu seharusnya dipakai oleh summoned beast yang mereka panggil?”


“Tidak juga, selain dipakaikan pada summoned beast, kalung itu juga dipakai untuk budak ……”


“kalau dipikir-pikir betul juga ya, eh bentar-bentar, jadi itu artinya keduanya jadi budak pria itu?”


“Sssst! Kamu terlalu keras…… coba perhatiin deh, wajah pria itu cukup tampan. Bahkan di antara ras demon, tidak banyak yang memiliki wajah tampan sampai sejauh itu. Dan apa tanduk itu …… memang melengkung dan terlihat menyeramkan ……”


“Serius …… Untuk membuat Rem-sama menjadi budaknya, bukankah dia orang yang berbahaya? Untuk saat ini, mungkin lebih baik kita melaporkan berita ini ke Magician’s Society.”


“Gadis Elves itu juga, kayaknya dia juga dari keluarga yang hebat, seingatku sih begitu, ya kan?”


“Hmph itu benar, dia tentu bukan gadis Elves biasa …… Untuk menjadikan keduanya menjadi budak, seperti yang kuduga, pasti ada beberapa cerita di baliknya ……?”


Oi, mereka melihat kemari. Akan berbahaya jika kita terlibat dengan mereka. Pria itu mirip seperti ras demon.”


Itu adalah beberapa hal mengerikan yang kerumunan itu katakan.


Tampaknya kata-kata itu sudah sampai ke telinga Rem dan Shera. Wajah gadis-gadis itu memerah cerah dan mereka menundukkan kepala.

Bahu mereka sedikit gemetar.


—Aku tidak menyangka. Rupanya sistem perbudakan berlaku di dunia ini!


Diablo berpikir bahwa alasan mengapa kedua gadis itu merasa malu karena mereka memakai kalung budak yang ditampilkan di leher mereka, alasannya karena mereka tidak ingin kenyataan soal sihir perbudakan yang mereka gunakan dipantulkan pada diri mereka sendiri terbongkar, tapi sepertinya Diablo salah mengartikan.


Alasan kedua gadis itu malu-malu karena mereka disalahartikan sebagai seorang budak.


Karena tidak ada sesuatu seperti sistem perbudakan dalam game, dia sama sekali tidak memikirkan hal itu.


Selain itu, Rem adalah selebriti yang dipanggil dengan “-sama” yang ditambahkan pada akhir namanya dan juga sepertinya Shera adalah “seseorang dari keluarga yang hebat”.


—Uwaahh, apa yang musti aku perbuat !?


Dia baru saja menyadari fakta kejam bahwa dia sedang “memimpin” gadis-gadis terkenal “sebagai budak” di dalam kota.


Diablo menjadi sangat menyesal.


Mereka terus saja menarik perhatian, bahkan sekarang.


“Oi, kalian, apa kalian berdua akan tetap berdiri di sekitar situ? Kita akan pergi kepenginapan, bukan?”


Berkat orang-orang di kota yang membuat jalan setapak, itu menjadi sedikit lebih mudah untuk berjalan.



Mereka tiba di depan penginapan.


Letaknya di antara gerbang barat dan alun-alun, itu adalah bangunan yang terbuat dari batu.


Dalam perjalanan ke sini, dia dipandu oleh Rem dan Shera.


Dalam Game, hanya ada satu penginapan di kota, tapi di blok ini, ada beberapa penginapan. Di mulai dengan, seseorang tidak bisa masuk “bangunan tak berguna” dalam Game. Bangunan yang tidak terkait dengan pencarian memiliki pintu masuk terkunci.


Namun, dunia ini berbeda.


Mungkin saja, hampir semua bangunan bisa dimasuki, dan bahkan bentuk papan nama pun tidak terstandarisasi. Mayoritas bangunan disini adalah bangunan dua lantai yang memiliki atap segitiga, pintu kayu, dan terbuat dari batu. Dia tidak bisa membedakan keduanya (yang digame dan yang di lihatnya).


– Di masa lalu, ada RPG yang grafik pemandangannya terlalu indah sehingga kamu tidak tahu harus ke mana kamu pergi dan tidak berdiam untuk memandanginya saja. Game itu berjudul the dawn of the 3D age.


Memastikan untuk tidak tersesat mungkin lebih sulit daripada menggunakan sihir ……


Dia pasti akan baik-baik saja jika setidaknya dia bisa menggunakan peta dengan benar.


Ketika Diablo meraih kenop(gagang) pintu logam itu, dia membuka pintu kayu, dan memasuki penginapan.


Sudah lama sekali sejak dia pergi ke sebuah penginapan di kota.


Diablo, yang telah menyesuaikan diri dengan ruangan itu dan mengubahnya menjadi 
penjara bawah tanah, mengurangi jumlah waktu yang dia dapatkan darinya.


Kegunaan penginapan dalan game itu tidak sebatas hanya pada pemulihan HP dan MP. 


Lantai pertama adalah sebuah bar, dan merupakan tempat di mana seseorang dapat mengumpulkan informasi dari NPC atau berbaur dengan sesama player.


Pertama-tama, ada meja resepsionis (meja tamu).


Di sana, ada kucing berkulit kuning – tidak, seorang wanita muda Pantherian ada di sana.


Itu adalah NPC yang bahkan Diablo ketahui.


Wanita muda Pantherian itu menguraikan rambutnya yang cokelat muda, yang turun ke bahunya, dan membuat wajah tersenyum.


"Halo Saya adalah gadis poster penginapan” Relief “, Mei-chan ~ Kyaho!"


–Ahh, jadi tempat ini persis seperti di game.


Dia tidak tahu apakah dia harus lega atau jika dia harus takjub, itu adalah perasaan senang.


Karena gadis resepsionis itu persis seperti ini bahkan di dunia ini, Rem dan Shera tidak keberatan dan berbicara dengannya.


"…… Bisakah tolong beri aku kunci kamar"


"Rem-chan, selamat datang kembali ~ Apakah pemanggilannya sukses?"


"…… Itu sukses …… Hanya pemanggilannya saja…."


Rem menyembunyikan tangannya yang digenggam.


Gadis poster penginapan itu tampak aneh.


"Apa ada yang aneh?"


"…… Meninggalkan ke samping …… Aku ingin kamar tambahan."


– Itu bagianku, bukan?


Karena dia merasa tidak enak berutang budi padanya, Diablo berpikir bahwa setidaknya dia harus membayar biaya penginapan sendiri.


Namun, bagaimana dia melakukannya?


Apa yang terjadi dengan uangnya?


Dalam game, itu hanya sesuatu yang ada sebagai data di kanan bawah jendela. Itu bukan barang yang dimiliknya sekarang (mungkin maksudnya, tidak ada lagi uang yang bertulisan di kanan bawah jendela).


Dia tidak memiliki sesuatu seperti tas jerami yang dilengkapi dan dia juga tidak punya tempat untuk meletakkannya.


Uang di Cross Reverie disebut “Furis”. Uang itu bisa berupa koin tembaga, koin perak, dan koin emas, tapi ……


Tidak peduli berapa banyak tempat lain di dunia ini, tidak mungkin koin emas bisa beredar dalam kehidupan sehari-hari orang awam. Kemungkinan besar, seharusnya ada koin perak dan tembaga, tapi dia tidak dapat mempunyainya.


– Jadi singkatnya, sekarang, aku tidak punya uang?


Meskipun, jika perlu, mungkin saja dia berhasil melewatinya dengan menjual peralatan dan barangnya. Dan jika ini adalah dunia dengan pekerjaan yang disebut Petualang, 


Diablo mungkin bisa dengan mudah memperoleh penghasilan dengan kekuatannya ……
Gadis poster penginapan itu memiringkan kepalanya.


"Satu lagi ruangan? Mungkinkah untuk Onii-san di belakangmu? Yahho ~, Onii-san. Aku penginapan ido –"


"Um!"


Tiba-tiba, Shera mengangkat suaranya.


Meski gadis poster penginapan itu kaget, dia menanggapi Shera sambil tersenyum.


"Shera-chan juga, yahho ~ Apa kamu butuh sesuatu? Jika kamu membutuhkan kunci, saya bisa segera mendapatkannya untukmu."


"Aku, aku…… Um …… aku ingin mengajukan satu orang lagi di ruangan yang sama sepertiku, apakah itu tidak masalah !?"


Wajahnya merah padam.


– Tidak mungkin, orang itu aku !?


Seperti yang diharapkan, Diablo menghentikan hal itu.


"Oi, kamu …… Tidak mungkin kamu menyuruh aku untuk menghabiskan waktu di ruangan yang sama dengan orang seperti kamu, bukan?"


Niat sebenarnya adalah "Berada di ruangan yang sama dengan seorang gadis, aku tidak mungkin bisa tidur. Tolong hentikan, aku akan mati".


Shera menggesek giginya.


“Tapi tapi! Aku, aku tidak punya uang untuk menyewa dua kamar! Tapi, jika kamu menginap di ruangan yang dipersiapkan Rem, itu agak membuatnya terlihat seperti Rem adalah Summon Master!"


Rem mencemooh tertawa.


"…… Orang yang memanggil Diablo ke dunia ini adalah aku …… Oleh karena itu, wajar bagiku, sang Summon Master, untuk menyiapkan sebuah ruangan untuk Diablo. Apakah kamu mengerti? Sebaiknya kamu melewatkan waktu sendirian dengan cara yang buruk."


"Kamu benar-benar salah! Akulah Summon Master! Karena itu, Summoner dan monster yang disummon harus bersama!"


"…… Tidak, Diablo yang hebat harus bersama seseorang yang sangat baik. Dengan kata lain, bersamaku…… Itu sebabnya, um …… aku akan, menyiapkan kamar …… Tidak, dia akan berada di kamarku."


Diablo tidak punya uang.


Namun, berbagi kamar dengan cewek, apa yang bisa dia lakukan !?


Yang terpenting, Rem dan Shera tidak berkompromi.


Pan pan! * Gadis poster penginapan bertepuk tangan.


"Oke ~. Sebuah ruangan besar untuk tiga orang, saya akan menuntunmu kesana ~ "


Shera panik.


"Eh !? Tidak, tidak, itu akan sangat menggangguku, kamu tahu !? Mengapa aku harus berada di ruangan yang sama dengan Rem !?"


"…… Berbagi kamar dengan Elf bodoh seperti itu, itu benar-benar tidak menyenangkan."


Gadis poster itu memiringkan kepalanya sambil tersenyum. Senyuman itu memiliki intensitas di belakangnya sehingga efek suara yang mengancam "Ayo pergi pergi pergi …." bisa didengar di latar belakang. Latar belakangnya.


"Ya ampun, ini mengganggu saya jika kamu akan bertengkar di meja resepsionis Saya akan terus dan menempatkan anak-anak yang buruk ini di ruangan yang sama, ‘kay"


Saat Rem mencoba lebih keberatan lagi, wajah tersenyum akhirnya lenyap.


"Aku akan menendangmu keluar, mengerti?"


Karena intensitas yang berlebihan, Rem dan Shera dengan penuh semangat mengangguk sementara dengan tubuh mereka yang gemetar.


Ketika gadis poster itu sekali lagi memasang wajahnya yang tersenyum, dia menampilkan kunci untuk Diablo.


"Kalau begitu, senang memilikimu (menginap di tempatnya). Tapi mohon untuk diam dan tidak ribut di malam hari, ‘kay? Itu permintaan dari idola penginapan, Mei-chan "


Dia mengambil kunci besar dan berat yang terbuat dari besi.


Berbagi kamar dengan dua cewek ya ……




Dia memiliki waktu sulit yang membuatnya terlihat seperti tangannya tidak gemetar.



Di ruangan besar di lantai dua, hanya ada satu tempat tidur besar.





– Jadi bukan tiga tempat tidur !?


Dalam game, tidak ada klasifikasi "ruangan besar" dan "ruangan kecil" hanya karena menginap semalam, jadi ada beberapa berbedaan .


Tempat tidurnya terdiri dari bingkai kayu dengan selembar kain yang diletakkan di atas sederet jerami yang dibungkus. Membuat ruangan itu menjadi berbau jerami.


Tampaknya tempat tidur seperti ini digunakan di Eropa abad pertengahan …… Dia tidak pernah berpikir bahwa dia harus tidur di tempat tidur jerami. Apalagi dengan dua cewek.


Jika dia mengatakan pada dirinya sendiri dari tadi malam

"Besok malam, kau akan tidur dengan gadis Elf dan Pantherian yang cantik di tempat tidur", dia pikir dia akan membalasnya dengan


"Eh !? Apakah aku, sudah menjadi gila !?"


Hanya ada satu selimut.

Dia tidak berpikir bahwa mungkin cukup dingin bagi mereka untuk membeku di malam hari tapi ……


Satu lembar, ya.


Tidak ada furnitur selain itu. Jendelanya cuma papan kayu dan kaca yang tidak digunakan sama sekali.


Papan lantai yang dipoles dan berkilau dan dinding berwarna meringue. Tidak memiliki loteng, langit-langit segitiga yang memiliki papan yang terpasang di balok adalah struktur arsitektur Eropa Abad Pertengahan yang belum pernah ia lihat di era modern.


Tempat lilin yang dipasang di dinding membawa suasana antik.


Ruangan itu sederhana.

Namun, Diablo merasakan kegembiraan dari suasana yang ia lihat untuk pertama kalinya.

Sudah cukup bahwa dia tidak akan kehilangan minat untuk tidak memandangi ruangan dari pintu masuk tapi –


Ada satu tempat tidur.


Dengan tempat tidur di antara mereka, Rem dan Shera saling melotot terlihat tak senang.


"…… Mengapa aku dimasukkan ke ruangan yang sama denganmu? Dengan semua hak, itu menjadi nyaman melewati waktu dengan satu (merasa nyaman karena bersama) …… Tidak, oleh dua orang …… Bisakah aku melewati waktu …… Tidak, aku seharusnya sudah melewati waktu."


"Itu kata-kata ku! Cukup! Jika kau tidak mengatakan bahwa kau adalah Summon master Diablo, aku akan menyelesaikan pendaftaran Petualangku sejak lama!"


Mereka telah menempatkan tempat masing-masing di sisi tempat tidur.


Diablo berdiri di pintu masuk kamar.


Karena sepertinya dia bisa melangkah bahkan ke salah satu dari mereka (mendekati salah satunya), salah satu dari mereka pasti mulai menangis atau marah, dia tidak bisa dengan sembarangan bergerak.


"…… Bagaimana Elf pengembara yang bahkan belum menyelesaikan pendaftaran Petualang membiayai penginapan? Berkemah adalah sesuatu yang kamu mampu, benarkan."


"Gaya hidup tanpa tempat tidur tak bisa dibayangkan, kamu tahu !? Tentang uangnya …… yah, itu …… aku akan mendapatkannya setelah itu …… dan jika aku tidak mendapatkannya, itu akan menjadi gawat……."


"…… kau, tidak mungkin itu, kau tidak punya uang untuk biaya penginapan, bukan?"


"Aku memilikinya! Aku …… memilikinya, aku merasa seperti …… aku memilikinya …… barang bagus yang dapatku ambil dari harta karun …… Itu, tidak masalah! Karena aku akan mendapatkannya! Karena aku akan mendapatkannya bersama dengan Diablo!"


"…… aku sudah bilang jangan gunakan Demon King yang ku summon sesukamu"


– Dua orang ini benar-benar suka bertengkar.


Diablo merasa terganggu namun dia merasa senang.

Meskipun mereka telah menarik senjata mereka untuk pertama kalinya, sekarang, mereka bertengkar hanya dengan mulut mereka.


Meskipun demikian, ada sesuatu yang ingin dia lakukan sebelum membiarkan mereka terus bertengkar.


"Oi, kalian daripada bertengkar tanpa perasaan, mari kita saling bercerita tentang diri kita masing-masing."


Dia tahu nama mereka dari arus percakapan.


Pantherian bertubuh kecil berambut hitam dan bertelinga itu adalah Rem Galeu. Memiliki sekitar tujuh binatang yang dipanggil dan tampaknya merupakan Summoner yang sangat bagus, dia juga seseorang yang memiliki panggilan "-sama" yang terikat pada nama saat dipanggil.


Yang berambut pirang, memiliki payudara besar dan seorang Elf adalah Shera L Greenwood. Dia ingin menjadi seorang Summoner tapi tampaknya dia mengkhususkan diri pada memanah. Dia juga tampaknya "dari keluarga yang kaya".


Itu tentang informasi yang dia tahu tentang keduanya.


Untuk keluar dari sini, dan agar Diablo berhasil hidup di dunia ini, dia tidak punya pilihan selain mendapatkan banyak informasi dari keduanya.


– Aku tidak tahu apakah aku bisa kembali ke dunia asliku.


Bukannya dia harus hidup dengan salah satu dari mereka "Master Summon", tapi kemungkinan hidup dengan gaya hidup seperti ini adalah hal yang terbaik untuk saat ini.

Sangat penting untuk dia mengetahui ciri-ciri gadis-gadis itu.


Jika alasan mereka melakukan petualangan adalah sesuatu seperti "mencari tempat untuk mati" atau "bertemu dengan pria yang lebih kuat dariku", dia tidak bisa berteman dengan mereka.


Di dunia ini yang terasa nyata, mungkin tidak hanya akan berakhir jika kamu mati, kamu akan kehilangan beberapa poin pengalaman dan memulainya kembali (seperti di game pada umumnya) .


"Pasti ada beberapa situasi yang membuat kalian berdua memanggil seseorang sepertikukan …… aku akan mengizinkannya, beritahu aku tujuan dan kemampuan spesialmu."


"….. Apakah akan baik-baik saja jika kamu memikirkan apa yang akan kau lakukan sebagai summon master?"


"Eh, benarkah !? Kamu bersedia menjadi Summuned Beast !?"


"Menurut pemikiran dan kemampuanmu, aku mungkin bersedia untuk mengulurkan tangan untukmu."


Padahal, yang sebenarnya adalah agar dia diam saja. Tapi dia tidak bisa hidup jika dia tidak mendapatkannya.

Di depannya, Rem malu membuka mulutnya.


"…… Izinkan aku untuk memperkenalkan diri ku lagi …… aku adalah Rem Galeu. Mengapa aku bermaksud menjadi petualang adalah, ini lebih seperti aku tidak punya pilihan kecuali melakukannya, tapi …… Itu karena aku perlu terus menunjukkan kekuatanku."


"Perlu terus menunjukkan kekuatanmu?"


"…… Artinya, masalah pribadi!."


Dia mengintip ke arah Shera. Mungkin ada sesuatu yang sulit diucapkan di depannya.


Rem terus berbicara.


"…… Bagaimanapun juga, aku harus kuat sebagai petualang …… Dan kemudian, aku memiliki tujuan akhir untuk mengalahkan Demon King Krebskrem dan menghancurkan jiwanya."


Tujuan penaklukan Demon King adalah sesuatu yang seharusnya alami sebagai petualang. 


Paling tidak, dalam game, begitulah cara pembuatannya.


Namun, biarpun itu adalah sikap resmi, pada kenyataannya, tujuannya bisa berubah menjadi uang atau untuk prestasi.


Berdasarkan cara berbicaranya, mungkin kepribadiannya yang serius.


Atau mungkin itu karena dia menyembunyikan tujuan sebenarnya.


"….. Keahlian khususku adalah, teknik summon. Selain memanggilmu, Demon King dari dunia lain, aku telah membuat kontrak tujuh Summon Beast yang kuat. Saat ini, mereka berubah menjadi kristal dan ada di kantongku."


"Umu, aku mengerti."


Dia tampak seperti punya banyak rahasia.

Namun, dia tidak terlihat seperti orang bodoh – itulah menurut Diablo.


Cara dia berbicara itu intelektual dan bijaksana. Betapa dia terdengar seperti dia memiliki banyak rahasia karena dia berbicara sambil bersikap hati-hati tentang berapa banyak informasi yang harus dia ungkapkan.


Pantherians harus menjadi ras yang sesuai dengan tipe speed-fighter. Jika dia hebat sebagai Summoner, yang merupakan turunan dari si Penyihir, pasti ada alasan untuk menumpuk usahanya.


Dia tidak membenci pekerja keras.


Juga, dia imut.


Tubuhnya yang masih berkembang dan kencang, tinggi badannya pendek, dan pakaiannya yang dinamis sangat cocok untuknya.


Pantherian tidak hanya memiliki telinga seperti kucing, mereka juga memiliki ekor fleksibel, panjang dan sempit. Ekor yang keluar dari rok lipitnya yang tinggi.


–Ahh, tidak tidak tidak! Ini bukan saatnya memikirkan hal seperti itu!

Agar bisa mengacaukan fakta bahwa dia secara tidak sengaja mengendurkan mulutnya, dia berdeham.


Shera membuka mulutnya dengan tak puas.


"Jika kamu sudah memiliki tujuh dari mereka, maka tidakkah lebih baik jika memberikan Diablo kepadaku!"


Rem menghela napas.


"…… kau benar-benar bodoh, kah? Ada dua kesalahan dalam satu kalimat itu. Pertama, aku sudah mengatakan bahwa Diablo bukanlah Summoned beast. Dan kemudian, yang lainnya adalah bahwa tidak mungkin memindahkan Summoned beast ke yang lain."


"Aku katakan bahwa yang disebut Diablo adalah aku! Hei, kau juga berpikir begitu, kan !?"


Kalimat itu dibawa ke arahnya.

Membuat matanya berkilau, Aku ingin kau setuju dengan aku – tertulis di wajahnya.


Diablo mendesak Shera dengan dagunya.


"Kamu juga harus mengoreksi diri sendiri. Tergantung pada apa yang kamu katakan, aku tidak keberatan untuk mempertimbangkannya."


Dalam sekejap, ekspresi Shera menjadi cerah.


"Benarkah!? A, aku sera L. Greenwood! Aku kebetulan memiliki nama bangsawan yang sama dengan kerajaan Elf tapi aku sama sekali tidak berhubungan dengan mereka, oke !?"


–Ahh, jadi begitulah yang sebenarnya.


Dia merasa telah membaca nama Greenwood di suatu tempat dalam catatan pengaturan.

Seperti yang Shera katakan, itu adalah nama hutan yang merupakan tempat tinggal bangsa Elf. Dan kemudian, tampaknya Greenwood adalah nama keluarga dari bangsawan Elf bahkan di dunia ini.


Ada juga saat dimana kamu menyelamatkan putri dari sebuah misi. Juga, ini sedikit bukti tapi, sepertinya itu tidak bisa dimasukkan sebagai nama player.


Rem dimasukkan ke dalam jawaban.


"…… Jika kau tidak memiliki hubungan, akan baik-baik saja jika kau tidak secara tegas menyebut dirimu itu."


"Ah, benar juga! mengapa aku membuatnya sehingga aku tidak mengatakannya! U, umm …… tidak apa-apa untuk melanjutkan seolah-olah aku tidak mengatakan itu, benar !?"


Padahal, saat mereka pertama kali bertemu di Starfall Tower, dia sudah menamai dirinya sendiri seperti ……


"Lakukan sesukamu."


"Bagaimanapun, karena itu, eh ~ …… alasan mengapa kupikir aku akan mencoba menjadi petualang adalah, karena sepertinya aku akan menghabiskan seluruh uangku dan, para pengejarnya …… Umm, yosh, itu adalah, berbagai hal terjadi, dan aku pikir akan lebih baik jika aku bersama dengan orang yang kuat. Juga, bepergian sendiri sudah lama dan terasa sepi …… Juga, aku benar-benar memiliki bakat seorang Summoner!"


Mungkin karena dia ingat sesuatu di tengah, dia membuat ekspresi sedih sesaat saja.

Dia tampak dasar dalam kehati-hatian tapi kejujurannya membuat kesan yang baik.

Karena dia tidak bisa merahasiakannya, kemungkinan akan ada banyak masalah, tapi jika dia bersama dengan gadis ini dengan kepribadian ceria, mungkin tidak akan ada kegelisahan yang menyusahkan.

Padahal, sama seperti Rem, tidak ada salahnya dia menyimpan sesuatu yang rahasia. Juga, dia cantik.

Sama seperti bagaimana pengaturan bagi Elf adalah bahwa "mereka paling dekat dengan makhluk ilahi (dewa) di antara semua ras", rambut berkilau, kulit putih, dan tubuh ramping, semuanya tampak seperti dirancang seperti pahatan. Dan meskipun semua itu, gerakan mereka fleksibel dan penuh keanggunan.


Selanjutnya, Shera memiliki tonjolan melimpah di dadanya. Ketika dia melihat mereka, dia mulai berhenti memperhatikan hal-hal yang sulit seperti keamanan dan petualangan.


–Tidak tidak Tidak! Hidup itu penting! Seperti yang kukatakan, ini bukan saatnya memikirkan hal semacam itu!

Tenanglah, tenanglah, itulah yang Diablo katakan pada dirinya sendiri.


Shera meletakkan tangannya di tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya ke depan.


"D-demikian! Ini adalah pengenalan diriku! Jadi Diablo tidak masalahkan menjadi Summoned Beast ku , benar !? Oke!?"


Karena sikapnya yang condong ke depan, * Tayun *, tonjolannya bergetar dan lembah bola itu ditekankan.


Ekspresi wajah Rem berdegup kencang.


"……Kau pengecut."


"Apa yang kamu bicarakan, Rem !? Aku tidak menceritakan kebohongan apapun!"


"…… aku tidak ingin namaku dipanggil tanpa kehormatan oleh Elf tinggi-ber-lemak yang memiliki daging tanpa biji."


"Ap !? Aku juga tidak ingin disebut sesuatu seperti Elf tinggi-ber-lemak! Namaku Shera!"


"…… Haruskah aku memanggilmu Shera yang tinggi?"


"Haaaa !?"


Mereka mulai bertengkar lagi.

Padahal, Diablo memang mengerti bahwa dia tidak memilih salah satu dari mereka adalah karena mereka selalu bertengkar.


– Aku masih tidak dapat mengatakan "aku akan menjadi kekuatanmu dan hanya hidup untukmu".


Tampaknya ada yang disembunyikan mereka, tapi mungkin mereka punya alasan untuk tidak membicarakannya.


Sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya, dia menatap gadis-gadis yang bertengkar.


Pintu di belakang Diablo terdengar ketukan.



Jika dipikir-pikir, mereka diperingatkan agar tidak ribut.




Mungkinkah itu gadis poster?


Diablo melangkah menjauh dari depan pintu. Saat itu, sejak dia dengan santai pindah ke sisi Rem, Shera membuat wajah seperti baru saja mendapat kejutan tapi …… dia berpura-pura seperti dia tidak menyadarinya. Jika dia menyelidiki hal itu sekarang, itu akan menjadi masalah.


Rem, siapa orang yang membayar tagihan ruangan itu, menanggapi ketukan sebagai permasalahan


"……Silahkan masuk."


"Permisi."


Suara itu seperti suara bel.

Pintu terbuka.


Yang datang, dia wanita yang cantik. Dia terlihat seperti orang yang anggun. Rambutnya yang biru panjang yang menempel di kepalanya, dia dapat mengalihkan pandangan kedadanya.


Dia ditutupi mantel merah, yang memiliki bordir emas mewah yang dipasang padanya, seolah-olah itu adalah mantel, tapi pada saat yang sama dia memberi salam, dia mengusapnya di belakangnya.


Karena dia benar-benar ditutup dengan jubah biru muda yang tampak lembut yang memiliki tinggi dari bahu sampai ke pergelangan kakinya, tidak ada kulit yang terpaparkan, tapi karena memiliki desain yang ketat, Bentuk tubuhnya yang montok menjadi terbentuk.



Dia agak bingung kemana dia seharusnya menatap……..



Yang dipegangnya di tangannya adalah tongkat porselen putih yang indah dengan hiasan emas. Dia mengerti bahwa dia termasuk ras Penyihir.


Menilai dari pakaian kelas pertamanya, dia pasti orang dengan posisi tinggi – itulah yang Diablo tebak.


Umurnya…, mungkin dia berusia dipertengahan dua puluhan. Meskipun dia hanya tersenyum, aura tersembunyi bisa dirasakan di dalam dirinya.


"Halo, semuanya …… Rem-san, jadi kamu benar-benar sedang berbagi kamar. Karena sepertinya kamu telah mendepatkan teman , itu membuat saya sangat bahagia."


Rem menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


"…… Kami bukan teman. Inilah yang saya summon dari dunia lain dan tambahan yang tidak terlalu saya mengerti. Tolong anggap saja dia sebagai lumut yang menempel di dinding dan abaikan saja dia.lagi pula Pakaiannya berwarna hijau semua."


"Bukankah itu terlalu berarti !?"


Shera menatap.


Saat wanita itu dengan ceria tertawa, dia membalas salamnya.


"Ufufu …… Ini pertama kalinya kita bertemu, bukan? Saya disebut Celestine Bordorel. Panggil saya celes, oke Meskipun saya datang hari ini karena bisnis dengan Rem-san, bagaimanapun, saya ingin mendengar cerita tentang kalian berdua."


Sikapnya yang sedikit memiringkan kepalanya ke satu sisi terasa manis.


Meskipun dia dewasa dan lembut, dia juga memiliki pesona seperti anak kecil. – bagaimanapun, Celestine? Ini juga nama lain yang pernah aku baca di suatu tempat … Jika aku tidak salah, dia adalah Masyarakat dari ras Penyihir ……


Dia telah mengingatnya, tapi dia berhenti menyuarakannya.

Itu karena akan aneh jika Demon King yang datang dari dunia lain tahu tentang hal itu.


Syukurlah, nampaknya Shera yang menyadarinya.

"Eh !? Bagaimanapun, apakah kamu salah satu dari Magician Society di kota ini? Celestine Bordorel-sama !?"


"Iya. Ada beberapa kebetulan yang bertumpuk di atas satu sama lain dari yang kalian katakan, dan sekarang saya sekarang bertindak sebagai kepala di Faltra Magician Society."



Meski Celes tampak malu, dia mengangguk.


–Magician Society.


Dalam game, itu adalah sebuah organisasi yang tidak dapat diikuti player, tapi itu adalah nama yang sering ia baca.


Jika jenis sihir mengalami peningkatan dari update, "Ini adalah penemuan baru oleh Masyarakat penyihir ~" adalah bagaimana hal itu akan dijelaskan.


Itu dan, ada kalanya nama itu muncul sebagai peminta quest.

Sebagai sebuah organisasi, ini mungkin memiliki kesan lembaga penelitian yang dikelola oleh negara.


Biasanya, hanya satu yang akan ada di setiap kota, tapi ada juga kasus langka dimana akan ada dua atau lebih.


Semua Masyarakat Penyihir telah membangun hubungan kerja sama yang jauh, namun karena karakteristiknya berbeda di setiap kota, ada kelebihan dan kekurangannya.


Namun, mereka juga memiliki setting yang umum.


Hambatan yang melindungi kota dikelola oleh kepala Masyarakat Penyihir di kota itu.


Dengan kata lain, dengan keberadaannya, Frontier Town Faltra akan dilindungi dari makhluk iblis dan binatang iblis.


Dia juga pernah melihat nama Celestine Bordorel sebagai pemohon quest, tapi dia tidak ingat akan penampilannya sebagai NPC. Jadi dia memiliki penampilan seperti ini.


-Mengapa teguran besar seperti itu secara jelas datang ke sebuah penginapan di pinggiran kota?

Celes seharusnya sudah kehabisan kekuatannya untuk mempertahankan penghalang di departemen pusat Magician Society. untuk termotivasi seperti itu secara jelas datang berkunjung, mungkin ada alasan yang sesuai.


Dia meletakkan tangannya bersama dengan * pon *.


"Saya tahu. Semua orang, maukah kamu makan malam bersama saya? Melihat bagaimana kamu memiliki beberapa keadaan yang rumit."


Matanya yang tampak sempit dari wajahnya yang tersenyum berbalik menghadap Rem dan Shera.


Di sana, tampak terpasang kalung perbudakan.


Diablo mengangguk setuju.


"Ngomong-ngomong. Aku baru saja lapar."


"…… Kalau begitu saya akan duduk bersamamu. Lagi pula, saya adalah Master Summon Diablo."


"Kamu licik mengatakannya di depan Celes-sama! Sudah aku katakan bahwa Diablo adalah milikku!"


Mulai lagi dua orang ini.


Celes memiringkan kepalanya.


"Uun …… Sepertinya situasinya lebih rumit dari yang saya duga, bukan? Bersama dengan masalah itu, kita mungkin bisa menunjukkan beberapa cara untuk menyelesaikan sesuatu. Sekarang, ayo pergi."


Memutar tumitnya, dia meninggalkan ruangan.

Rem terus mengejarnya.

Dibandingkan dengan bagaimana dia bertengkar beberapa saat yang lalu, Shera terus mengejar mereka dengan cara berjalan ringan.


"Makanan ~, makanan ~, beberapa makanan yang tepat~"


– Harus dipikirkan, dia bilang dia tidak punya uang, bukan? Dengan beberapa kemungkinan, dia mungkin tidak memiliki makanan yang layak.


Lagu itu sangat menyedihkan.


Meski Diablo sempat mengatakan demikian dengan mulutnya, dia merasa tidak lapar lagi.


Yang dibutuhkannya adalah informasi lebih dari sekedar makan.


Mungkin bisa disebut kebetulan untuk dapat berbicara dengan tokoh kunci kota.

No comments:

Post a Comment